AUTOBIOGRAFI
Latar Belakang Kehidupanku
Nama
saya Ubaidillah, sebuah nama yang dilahirkan dari keluarga yang serba
sederhana, tapi saya sangat bersyukur atas semua yang telah terjadi pada diri
saya. Sayabiasa di panggil ubai atau lebih sering di rumah dengan ubet. Saya
lahir pada 21 Januari 1994 di desa sei tarap, tepatnya pada hari jumat pukul
04.00 WIB. Kelahiran saya dibantu oleh seorang bidan desa sekitar. Zodiak saya
adalah aquarius.
Saya
tinggal di desa sungai tolang kecamatan kampar kabupaten kampar tepatnya di
kampar timur. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan kuliah di Fakultas
SAINTEK jurusan Teknik Informatika di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Ayah saya bernama M.Amin, usianya saat
ini 50 tahun. Beliau mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta dan seorang tukang
atau kuli bangunan rumah, yang dulunya waktu saya kecil dia seorang pedagang di
Kepulauan Riau (Batam), karena banyak hal yang membuat beliau berubah profesi,
tapi yang pasti pada saat itu beliau
sedang mengalami kerugian besar, sehingga harus kerja di daerahnya sendiri.
Ibu
saya bernama Nurlaili usianya saat ini 45 tahun, pekerjaannya adalah Ibu Rumah
Tangga dan juga seorang petani dan sekaligus berkebun sayur-sayuran, dengan
ketekunanya berkebuan, Alhamdulillah apa yang ditanamnya berhasil dan dapat
membantu kehidupan kami sehari-hari.
Ciri-ciri
fisik saya adalah rambut saya lurus dan
halus, tinggi badan 175
cm, berat badan saya 50 kg, kulit saya sawo matang. Hobi saya adalah bermain
bola kaki dan badminton.
Sewaktu
kecil, ibu saya mengatakan bahwa saya orang yang paling suka menangis, banyak
orang juga mengatakan hal yang sama kalau waktu kecil suka sekali menangis, saat besar nanti pasti
menjadi orang yang kuat, atau setidaknya paling sulit untuk mengeluarkan air
mata. Menurut saya itu benar dengan keadaan saya yang sekarang.
Saya
mempunyai seorang adik laki-laki tepat dibawah saya bernama Fajri, yang berusia
17 tahun, dan bersekolah di Pondok Pesantren Islamic Centre Kampar . Baru-baru
ini fajri membeli motor untuk mempermudah ia bepergian sekolah dan kepentingan
lainnya.
Ia
membeli motor tersebut dengan uang muka
yang ia miliki sendiri. Uang tersebut adalah hasil kerjanya setiap hari minggu
dengan membantu-bantu menjual sandal. Setelah beberapa bulan akhirnya hasil
kerjanya itu bisa ia gunakan untuk membeli motor.
Saya
bangga dengannya, walaupun keluarga kami hanyalah keluarga sederhana, paling
tidak kami sudah cukup mandiri untuk membantu orangtua sedikit, tidak semua beban
kami beri pada orangtua kami.
Saya
juga mempunyai adik perempuan bernama Lisa utami
tepatnya
adik paling terakhir atau bungsu. Beliau saat ini kelas dua MTS tepatnya bersekolah
di MTSN Kampar Timur. Usianya saat ini 13 tahun, dan ia mendapat peringkat
ketiga saat ujian semester dua yang lalu.
Saya
anak kedua dari empat bersaudara, tetapi saya anak laki-laki pertama. Saya
mempunyai satu orang kakak perempuan bernama Eka , yang saat ini berusia 23
tahun. Beliau baru saja wisuda tahun ini tamatan Fekon UIN, sekarang sedang
mencari pekerjaan dan telah melaksanakan akad nikah pada 27 desember 2013, dan
resepsi dilaksnakan pada 28 desember 2013.
Awal Menginjak Bangku
Sekolahah
Sewaktu
pertama kali saya menginjak bangku pendidikan SD, saya sekolah di SD 034
Kampar, yang sekarang menjadi SD 001 Terfaforit di Kabupaten Kampar, karena
dari dulu sampai sekarang lulusan dari SD tersebut meluluskan siswa yang
rata-rata pintar, dan jarang sekali murid yang lulus dai SD itu tidak di terima
di sekolah lanjutannya, khususnya di Kabupaten Kampar, bahkan Provinsi Riau.
Sebelum
saya masuk SD, dulu saya belajar Al-qur’an di TPA Nurul Iman, yang sampai
sekarang masih ada, waktu itu saya tergolong Santri-santri yang cukup cepat
bisa mempelajari Al-quran, saya cukup menjadi banggaan Umi (pengajar) di TPA
tersebut.
Waktu
saya mendafatr masuk SD, saya diantarkan oleh Ayah saya dan saya sangat senang
karna diantara guru yang ada di situ ada hubungan saudara dengan ibu saya,
setelah mendafatar saya dan Ayah saya pun pulang, dan segera membeli perangkat
belajar yang baru.
Seminggu
setelah itu saya mulai masuk sekolah, dengan semua hal yang baru, dan mempunyai
banyak teman yang baru, dan diantara teman saya tersebut ada salah seorang anak
yang tidak mau ditinggal orang tuanya, dia selalu ditunggu orang tuanya selama
kelas 1 SD.
Di
kelas satu kami mempelajari cara berhitung dan cara membaca, baegitu seterusnya
sampai kelas dua, cara memperlancar cara membaca dan menghitung dengan penambah
dan pengurangan.
Di
kelas tiga kami mulai belajar perkalian dan dituntut untuk hafal perkalian satu
sampai sepuluh, saya menghafal setiap pulang sekolah karena takut dengan guru
laki-laki yang sangat pemarah dan waktu itu masih menggunakankekerasan untuk
membuat murid-muridnya patuh.
Tiga
minggu setelah pemberian waktu untuk menghafal tiba waktunya untuk pengujian.
Murid yang tidak dapat dan salah akan dipukul dengan rotan (kayu pemukul) dan
akan disuh keluar untuk menghafal sampai benar-benar bisa, tapi dengn
keseriusan saya, perkalian tersebuat bisa saya kuasai dan lancar waktu
pengujian perkalian tersebut.
Saya
termasuk murid yang pintar dan saya ditugaskan mengajarkan teman-teman saya
yang belum bisa perkalian. Saya sangat senang di beri amanah waktu umur yang
dini tersebuat bisa dan belajar mengajari yang lain.
Di
kelas empat SD saya sudah tidak canggung lagi menjawab pertanyaan dan semua
tugas matematika yang diberikan oleh guru saya, saya selalu menjadi pemenang
dalam kuis- kuis yang diberikan.
Saya
selalu pulang lebih awal karena saya yang paling pertama menyelesaikan tugas
yang di berikan. Tapi kemampuan saya tidak bisa menghantarkan saya menjadi juara
kelas, karena kemampuan saya dibidang pelajaran lainya tidak semahir pelajaran
Matematika.
Akhirnya
dari saya hanya memperoleh empat besar, dari kelas satu sampai enam SD, saya tidak
pernah menjadi juara kelas, dan hanya berada diperingkat sepuluh besar.Sewaktu
saya masih berumur sembilan tahun,saya mulai belajar naik sepeda, sepeda yang
diberikan kakek saya yang sangat sayang pada saya.
Belum
lama setelah dia memberikan sepeda tersebut, beliau dipanggil oleh sang khalik,
saya sangat kehilangan seseorang yang sangat baik dan menyayangi saya, beliau selalu
memberikan saya uang dan ikan.
Kakek
saya seorang pencari ikan yang handal, setiap kali dia ke sungai dan mencarik
ikan, tidak pernah sekalipun dia tidak membawa ikan pulang ke rumah. Padahal
matapencaharianya tidaklah itu, beliau juga seorang pedagang sama dengan ayah
saya, tetapi bedanya ayah saya seorang penjual buah waktu itu dan Kakek saya seorang
penjual alat-alat sepeda, usahanya itu sangat sukses.
Sekitar
sebulan setelah saya pandai naik mengendarai sepeda, saya jatuh dan muka saya
luka-luka, guru- guru saya mengira saya jatuh dari sepeda motor. Padahal
hanyalah sepeda tetapi lukanya parah seperti jatuh dari motor, sehingga banyak
yang khawatir kepada saya.
Karena
ayah saya penjual buah di Daerah Batam, jadi selama saya SD. Waktu libur saya
selalu dibawa ke Batam oleh ayah saya dengan menaiki kapal, kapal yang sangat
laju dan dingin selalu kami tumpangi. Ayah saya berjualan di Muka Kuning, suatu
tempat yang ramai di daerah Batam.
Setelah Kelulusan Sekolah Dasar
Setelah
kelulusan SD tepatnya pada tahun 2006, saya melanjutkan pendidikan SMP saya di
SMP 3 Negeri Kampar Timur.Suatu tempat di Kampar yang sudah menjadi kecamatan
tersendiri setelah terjadi pemekaran di SMP.
Jarak
sekolah saya dari rumah kurang lebih masih sama dengan SD yaitu dua kilometer,
karena antara SD saya dengan SMP saya bersebelahan yang hanya dibatasi oleh
kawat berduri yang dihisasi serpihan kaca yang sangat tajam.
Berbeda
pada saat SD saya pergi dan pulang sekolah dari kelas empat menggunakan sepeda,
tetapi saat SMP saya pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki, walaupun
jauh saya senang dan tidak terasa lelah karena saya ikhlas untuk menuntut ilmu.
Saya
sangat rajin belajar di Shubuh hari, menurut saya itu waktu yang cukup bagus
dan efektif untuk belajar, daripada belajar malam hari. Karena otak kita masih
segar dan belum ada berfikir apa-apa, sehingga mudah untuk belajar dan menghafal.
1. Foto saat pertama kali masuk SMPN 3 Kampar
Apalagi
belajar setelah shlat shubuh, waktu yang sekarang sangat sulit saya temui
karena susah bangun dan jarang shalat subuh tepat pada waktunya. Di kelas satu
semester satu, saya hanya mendapat peringkat ke empat, di semester berikutnya
saya lebih rajin lagi.
Saya
bisa menempati peringkat ke tiga juara kelas, waktu itu saya menjadi wakil
ketua kelas, tapi saya selalu mengerjakan apa yang dilakukan ketua kelas, saya
dipercaya untuk melekukan semua urusan yang diperintahkan oleh guru saya.
Selama
saya pulang dari sekolah, sore hari saya selalu bermai Volly Ball, di Lapangan
yang tidak begitu jauh dari rumah saya. Tapi sebelum itu, setiap pulang sekolah
saya selalu menolong Ayah saya membuat rumah, dan kadang-kadang saya di beri
uang setiap minggunya karena membantunya bekerja.
Saya
sangat senang mempunyai uang sendiri, mulai saat itu saya mulai mengenal apa
itu gaji. Saya juga tau bagaimana susanya mencari uang itu. Selama ayah saya
bekerja sebagai pembuat rumah atau tukang rumah beliau pernah jatuh dari lantai
satu karena menginjak kayu yang lapuk.
Beliau
tidak sadarkan diri, dia tidak ingat apa- apa. Bahkan seminggu setelah beliau
jatuh, beliau tidak ingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Beliau hanya
merasakan sakit di pinggangnya. Beliau hanya diobati oleh dukun kampung dengan
oabat- obat tradisional, saya sangat sedih pada waktu itu.
Semua
orang di sekitar saya menangis melihat kondisi ayah saya setelah jatuh
tersebut, yang hanya ada dalam dipikiran saya semoga ayah saya cepat sadar.
Saya takut sekali kehilangan ayah saya, tapi yang Maha Kuasa masih memberi umur
panjang untuk ayah saya dan sampai sekarang ayah saya masih sehat.
Sewaktu ayah saya
sakit, waktu itu pula saya menjadi juara kelas pertama, tidak ada orang tua
yang mendampingi saya. Semua juara kelas lainnya di dampingi oleh orang tuanya,
ada salah seorang tetangga jauh yang mungkin tau dengan kondisi keluarga saya
saat itu.
Beliau
menawarkan pertolongan, jika nanti saya tidak bisa mengambil lapor hasil saya
belajar satu semester, dia bersedia menjadi wali saya. Dan jika nanti tidak
bisa ambil rapor tersebut, beliau menyuruh memanggilnya untuk menolong
mengambilnya. Sampai sekarang saya tidak bisa lupa siapa orangnya.
Pada
semester II saya mulai dekat dengan wali kelas saya, beliau sangat baik
terhadap saya. Beliau selalu mengajarkan saya apa yang saya tanyakan dan apa
yang tidak saya mengerti.Belia menyemangati saya untuk rajin belajar agar
cita-cita saya tercapai.
Setelah
ujian semester, akhirnya pembagian rapor pun tiba, saya mendapatkan rangking 3
wali kelas saya pun cukup kecewa dengan perolehan nilai saya tersebut, saya pun
mengucapkan permohonan maaf karena telah mngecewakan beliau.
Ujian
semester genap pun telah berlalu, kini saya duduk di bangku kelas dua SMP 3 Negeri
Kampar Timur. Pada semester pertama, setelah ujian semester ganjil, saya mendapatkan
rangking tiga. Walaupun tidak meningkat dari yang lalu paling tidak rangkingnya
tidak menurun.
Semester
II pun tiba, setelah melaksanakan ujian saya mendapatkan rangking empat, kecewa
itu ada mengapa peringkat saya semakin menurun, wali kelas saya juga bertanya
mengapa bisa seperti itu, karena beliau juga dekat saya.
Tak
terasa saya kini telah berada dikleas tiga SMP 3 Negeri Kampar Timur. Kini
saatnya saya harus belajar lebih baik karena sebentar lagi saya akan menghadapi
Ujian Nasional SMP.
Pada
semseter I saya mendapatkan rangking dua puluh, sebenarnya ada perasaan sedih
karena di kelas tiga ini yang mendapatkan juara satu sampai tiga dari seluruh
kelas tiga di gabung menjadi satu kelas, bisa dikatakan kelas saya ini kelas
unggul yang isinya adalah orang-orang pintar, sehingga banyak saingan saya dan
posisi saya pun direbut oleh teman saya yang lain.
Ujian
Nasioanal pun semakin dekat. Perasaan saya campur aduk, ada senang akan
melanjutkan SMA, ada sedih berpisah dengan teman-teman saya, ada gugup dan
cemas saat akan menghadapi ujian karena takut tidak bisa menjawab soal dan
tidak lulus.
Setiap
hari saya melakukan latihan soal bersama teman-teman dan guru bidang study.
Jadwal belajar pun ditambah yang disebut dengan terobosan. Disitu kami fokus
hanya mengerjakan soal-soal Ujian Nasioanal saja.
Hari
yang ditunggu-tunggu pun tiba, saatnya Ujian Nasional dilaksanakan. Semua yang
akan ujian merasakan deg-degan termasuk saya sendiri. Sebelum memulai ujian
kami bekumpul dulu dengan kepala sekolah untuk diberi arahan dan berdoa
bersama.
Sebelum
memulai ujian saya berdoa terlebih dahulu. Kemudian saya mulai mengerjakan soal
dengan teliti dan hati-hati. Ujian hari pertama pun selesai dengan lancar, dan
saya lansung pulang kerumah, tidak ingin mengungkit soal ujian tadi. Dan
begitulah seterusnya sampai selesai ujian yang terakhir, perasaan saya sangat
lega setelah ujian tersebut, tinggal menunggu pengumuman saja.
Masa
Peranjakan Keremajaan
Pada tahun 2009, setelah kelulusan SMP saya mendaftar di SMA 1 Negeri Kampar Timur yang sekarang ini sudah menjadi sekolah model atau bisa disebut juga SMA 1 Model Negeri Kampar Timur.
Pada
awal masuk SMA orangtua saya memberi modal buka usaha konter disekitar rumah
saya. Saya merasa senang dan berterima kasih kepada mereka. Saya sendiri yang
mengurus konter tersebut dan saya juga membuka usaha PS.
Tak
terasa saya sudah mencapai tingkat menengah atas, setelah melewati tiga tahun
di SMP 3 Negeri Kampar Timur, dan melalui berbagai rintangan ujian semester dan
pada puncaknya ujian Nasional.
Kata orang masa-masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan, membahagiakan, dan penuh pengalaman yang tak terlupakan. Saya rasa kata-kata orang itu benar, karena saya merasakannya sendiri.
Kata orang masa-masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan, membahagiakan, dan penuh pengalaman yang tak terlupakan. Saya rasa kata-kata orang itu benar, karena saya merasakannya sendiri.
2. Foto saat memasuki SMAN 1 Kampar
Di
masa SMA ini saya mengalami masa yang disebut masa pubertas, yaitu masa dimana hormon-hormon
tumbuh kembang tubuh saya mulai terlihat, dan ada juga yang disebut dengan
labil atau masa dimana kita mencari jati diri.
Terkadang
kita suka melawan, ingin terlihat benar, ingin membela diri, dan tidak suka
pada peraturan. Tetapi tidak semua orang seperti itu, ada juga yang bisa
menekan atau menahan sikap menentang seperti itu. Syukur saja saya bukan tipe orang
seperti itu.
Kini
saatnya memulai masa-masa SMA saya, setelah dites ujian masuk SMA 1 Kampar
Timur, akhirnya saya lulus dan saya ditempatkan dikelas X.7 saya pun mulai
mencari teman baru dan mencoba mengakrabkan diri dengan mereka.
Saya
pergi kesekolah bersama dengan teman saya, karena jarak sekolah dari rumah saya
adalah tiga kilometer. Saya belum mempunyai kendaraan sendiri jadi saya selalu
pergi bersama dengan teman saya setiap hari.
Kelas
saya jumlah siswanya ada 39 orang yang terdiri dari 25 perempuan, dan 14
laki-laki. Wali kelas saya kali ini perempuan yang bernama Bu Harni, saya juga
dekat dengan beliau.
Setelah
menjalani beberapa bulan SMA, memang menyengkan walaupun pelajrannya bertambah
banyak dan bertambah sulit tentunya. Saya berusaha belajar dengan rajin saat
dirumah.
Apabila
disekolah saya memperhatikan materi pelajaran yang di berikan oleh guru
daripada mengobrol di tengah-tengah pelajarandan bertanya kepada guru apabila
ada yang tidak saya mengerti.
Tak
terasa ujian smester ganjil pun akan tiba, saatnya untuk berusaha lebih keras. Rasanya sedikit
gugup karena ujian pertama kali saat SMA.
Setelah
ujian beberapa hari, akhirnya hati saya lega karena ujian sudah berakhir dan
tinggal menunggu hasil saat menerima rapor nanti.
Saat
yang ditunggu-tunggu pun tiba, saat nama saya dipanggil maju kedepan perasaan
saya bercampur aduk, ingin rasanya cepat-cepat membuka isi rapor tersebut.
Setelah saya buka, ternyata saya mendapatkan rangking 4,saya senang sekali
usaha saya tidak sia-sia.
Kini
saya berada disemester kedua, saat dikelas dua nanti saya akan berada dijurusan
yang berbeda-beda dengan teman sekelas saya sekarang. Kami diberikan pilihan
ingin masuk dijurusan IPA atau IPS, tetapi disesuaikan juga dengan nilai
semester dua ini.
Apabila
menurut para guru kami mampu untuk menjalani pelajaran pada jurusan tesebut dan
sesuai dengan nilai kelas 1 ini maka kami tinggal terima akan ditempatkan
dikelas mana kami nanti.
Dari
hasil konter yang saya buka setahun yang lalu, akhirnya saya bisa mencicil
kredit motor untuk pergi sekolah, sehingga tidak menyusahkan teman saya lagi,
dan apabila ada urusan yang jauh, jadi saya tidak susah lagi mencari kendaraan
untuk berpergian.
Sejak
saat itu saya mulai belajar mandiri dan brusaha sendiri agar tidak tergantung
pada orangtua lagi. Sekarang apabila pergi sekolah saya pun memakai motor
sehingga lebih mudah dan cepat. Jadi saat kelas dua saya sudah menggunakan sepeda
motor untuk pergi kesekolah.
Saya
saat ini duduk dikelas dua SMA 1 Model Negeri Kmapar Timur. Akhirnya yang saya
inginkan terkabul juga, saya masuk dikelas 2 IPA 3, ada 4 lokal jurusan IPA dan
ada 3 lokal jurusan IPS.
Menurut
saya sebenarnya pada dasarnya IPA dan IPS itu sama saja, sama-sama ilmu yang
bermanfaat, sekarang tergantung pada orangnya, suka ilmu yang bersifat sosial
atau menghapal atau ilmu pasti atau yang bersifat hitung-hitungan.
Banyak
orang yang menggap anak IPS itu remeh, sebagai anak nakal atau anak buangan
yang tidak berprestasi seperti anak IPA, samapai sekarang saya rasa image anak
IPS masih sama seperti yang dulu.
Kelas
saya yang sekarang jumlah siswanya adalah 38 orang,terdiri dari 23 perempuan
dan 15 laki-laki. Ini adalah kelas saya yang baru, otomatis teman-temannya juga
baru.
Saya
pun mulai mencoba berbaur dengan teman yang lain.Dengan wali kelas saya bernama
Bu Yessi, saya juga dekat dengan wali kelas yang satu ini.
Pada
masa-masa ini saya sudah mulai mengenal apa itu jatuh cinta atau pacaran. Dan
saya pun mulai mencoba berpacaran itu seperti apa.
Saya
senang berada dikelas IPA dan tidak merasa kesulitan, karena saya menyukai
pelajarannya terutama Fisika. Enam bulan pun berlalu, kini saatnya saya ujian
semester ganjil pada kelas dua ini.
Ujian
pun berlangsung selama kurang lebih
seminggu, saya belajar setiap malam agar mendapat nilai yang baik.
Setelah selasai ujian, kini saatnya pembagian rapor, kemudian saya pun melihat
isi rapor saya tersebut, dan ternyata saya mendapatkan peringkat 10 besar.
Ternyata setelah pada jurusan ini tidak semudah kelas satu untuk mencapai
peringkat yang tinggi. Walaupun begitu saya tetap bersyukur masih mendapatkan
peringkat.
Sekarang
saya berada di semester dua
kelas 2 IPA 3.Ujian semester genap pun akan segera berlangsung, waktu rasanya
begitu cepat. Tiba saatnya untuk belajar lebih keras lagi untuk menghadapi
ujian ini, karena tingkat kesulitan pelajarannya pun sudah mulai tinggi.
Seminggu
pun berlalu, setelah menghadapi ujian yang cukup sulit saya harap-harap cemas
menanti hasil ujian ini. Setelah rapor dibagikan saya melihat hasil ujian saya
adalah masih sama dengan semester pertama di peringkat 10 besar juga. Lebih
baik daripada tidak dapat peringkat sama sekali.
Saat
liburan semester saya mengisi waktu luang dengan menjaga konter. Agak sedikit
jenuh, tapi itu tak berlangsung begitu lama, hanya sekitar 2 minggu saja,
terkadang saya ikut bermain PS dengan teman-teman agar tidak bosan. Apabila
sore hari saya pergi bermain bola kaki.
Kini
saya duduk dibangku kelas tiga IPA 3 dan berada dikleas yang berbeda juga.
Pelajarannya pun semakin bertambah sulit, saya pun harus berusaha lebih keras
lagi.
Di
kelas tiga ini saya juga mulai dekat dengan wali kelas saya yang bernama Bu
Asna, beliau sangat baik kepada saya. Beliau selalu mengajarkan apa yang tidak
saya mengerti dan selalu membri motivasi agar saya rajin belajar.
Saat
baru memasuki kelas tiga saya mempunyai teman dekat perempuan, setelah beberapa
bulan berteman dengannya dan bertemu dengannya saya pun mulai merasakan ada
perasaan khusus terhadapnya.
Setelah
saya mencoba mengungkapkan perasaan saya akhirnya dia menerima saya, walaupun
sempat beberapa kali dia tidak menerima saya. Sejak saat itu saya masih
melanjutkan hubungan dengannya hingga sekarang.
Enam
bulan pun telah berlalu, sekarang dimulai ujian ganjil pada kelas 3 ini. Saya
agak merasa sedikit malas pada semseter ini, entah apa sebabnya. Hasilnya pun
ujian kali ini saya mendapatkan peringkat 10 besar lagi, masih sama seperti
kelas dua kemaren.
Ada
perasaan kecewa dan menyesal, tetapi penyesalan itu datangnya memang di akhir,
tidak ada yang perlu disesali karena perbuatan saya sendiri. Tinggal berubah
untuk ke depannya, harus belajar dengan giat dan sungguh-sungguh pada semester
selanjutnya.
Saya
sekarang duduk di semester dua, hanya beberapa bulan lagi saya akan
melaksanakan segala mecam ujian, dari UAS, ujian praktek, dan UAN. Jadi pada
semester dua ini bisa dikatakan satu bulan kami belajar secara full. Selebihnya
terobosan dan ujian selain UAN.
Waktu
seminggu untuk menyelesaikan ujian praktek. Tak lama setelah itu kami
melaksanakn ujian akhir sekolah sekitar seminggu atau lebih. Setelah itu kami
hanya melukan terobosan setiap hari untuk mangasah kemampuan kami sampai
dimana.
Ada
berita bahwa tahun kami akan diadakan 20 paket untuk UAN atau 5 paket. Tetapi
pada akhirnya hanya 5 paket saja, walaupun begitu kami merasa taku menghadapi
UAN dengan 5 paket tersebut.
Tibalah
pada bulan April yang ditunggu-tunggu anak SMA se Indonesia. Perasaan yang
campur aduk kembali datang lagi sama seperti waktu UAN SMP, tetapi bedanya SMP
masih 1 paket, kalau SMA ini 5 paket yang membuat hati semakin kacau tidak
karuan.
Harap-harap
cemas tidak dapat menjawab dan tidak lulus. Kami pun dikumpulkan dulu di
halaman sekolah, tidak boleh telat karena pengawas sudah datang. Setelah diberi
pengarahan kami dipersilahkan masuk ruangan masing-masing.
Saya
duduk di bangku nomor tiga dari depan,
sebelum mengerjakan soal pastinya saya berdoa terlebih dahulu. Saya
mengerjakan soal dengan teliti dan hati-hati. Ujian dilaksanakan sekitar
seminggu, karena pelajaran yang di ujiankan ada 6 jadi sehari hanya 1 pelajaran
saja.
Sampailah
pada hari terakhir, akhirnya hati ini lega juga, karena semua ujian
terselesaikan dengan aman dan lancar. Setelah ujian kami di beri pengarahan
sedikit bahwa kami libur sampai tiba saatnya pengumuman barulah kami akan datng
lagi kesekolah.
Selama
kurang lebih dua bulan saya menganggur tidak melakukan apa-apa, hanya membantu
orangtua dan menjaga konter. Ada perasaan bosan, tetapi apa boleh buat, saya
hanya mencoba menyibukkan diri agar tidak terasa bosan seharian dirumah.
Setelah
dua bulan, akhirnya yang saya tunggu-tunggu pun tiba yaitu pengumuman UAN, dan
Alhamdulillah akhirnya saya lulus dengan nilai yang memuaskan dan nilai ujian
sekolah yang bagus. Sebentar lagi saya pun akan memasuki jenjang kuliah.
Saya
lulus SMA pada tahun 2012, setelah pengumuman kelulusan saya mencari-cari
informasi tentang Universitas dan cara masuknya seperti SNMPTN. Saya pun
mendaftar dibeberapa Universitas Negeri yang ada di Pekanbaru.
Tibalah
saatnya Ujian SNMPTN berlangsung, saya mengerjakan dengan hati-hati, teliti,
tenang dan penuh percaya diri. Saya ingin masuk UIN dengan jurusan yang saya
inginkan.
Setelah
menunggu sekitar sebulan, pengumuman pun keluar. Ada perasaan senang karena
saya lulus di UIN, tetapi tidaklah dengan jurusan yang saya inginkan. Saya
masuk pada jurusan Manajemen, padahal itu bukan jurusan tujuan saya, itu
hanyalah cadangan tetapi saya lulus disitu.
Setelah
menimbang-nimbang, berfikir dan berunding dengan orangtua dan kelurga saya,
akhirnya kelulusan itu tidak saya ambil. Karena faktor ekonomi juga saya
terhalang, kakak saya akan melaksanakan wisuda dan adik-adik saya akan masuk
SMP dan SMA, jadi sebaiknya saya mengalah untuk masuk kuliah pada tahun ini.
Selain
itu karena saya tidak suka, dan tidak ingin dengan jurusan tersebut takutnya
kalau kita tidak niat yang ada hanya main-main dan tidak bisa serius dengan
kuliah kita, itulah prinsip pemikiran saya.
Lebih
baik mundur daripada sia-sia pada akhirnya. Tahun depan saya akan mencoba lagi
dan mudah-mudahan tahun depan akan lebih baik lagi dengan jalur dan Universitas
dengan jurusan yang saya inginkan.
Selama
saya tidak kuliah satu tahun ini, saya berfikir bagaimana caranya mengisi
kekosongan ini. Setelah saya pikir-pikir dan bertanya pada orangtua saya
akhirnya orangtua saya membolehkan saya untuk bekerja.
Selama
kurang lebih enam bulan saya bekerja di
warnet sebagai OP, ternyata pekerjaan itu cukup melelahkan, karena shiftnya
yang tidak tetap. Terkadang saya jaga malam hingga pagi, karena saya tidak
terbiasa sehingga saya mengantuk, terkadang sakit karena angin malam.
Saya
bekerja berdua menjaga warnet tersebut dengan calon abang ipar saya. Mungkin
karena makan saya juga yang tidak teratur sehingga saya semakin sering sakit
dan mulai tidak betah bekerja disitu lagi.
Pada
suatu hari saya mengalami sakit perut disebelah kanan yang sangat menyiksa dan
akhirnya saya tidak bisa menahannya lagi. Kemudian saya langsung menghubungi
ibu dan memberi tahu saya sedang sakit.
Sehingga
ibu saya pun datang untuk melihat saya dan membawa kerumah sakit. Kemudian saya
diperiksa dan ternyata saya mengalami usus buntu, karena pola makan saya yang
tidak teratur dan mungkin karena ada makan cabai.
Saya
disarankan untuk operasi tetapi saya sangat takut dan faktor keuangan keluarga
juga tidak mencukupi. Akhirnya dokter pun hanya menyarankan saya untuk
istirahat dan memberi saya obat.
Setelah
itu pun
saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Selanjutnya saya hanya bekerja menjaga
konter dan menunggu waktu untuk tes masuk kuliah beriutnya. Disamping itu saya
juga mencari-cari informasi untuk persiapan masuk kuliah tahun ini.
Setelah
saya mendapat informasi, ada tes seperti SNMPTN seperti tahun lalu, tetapi
namanya sekarang SBMPTN dan saya pun ikut mendaftar. Selain itu saya melalukan
persiapan untuk tes tersebut, hanya mengulang-ulang pelajaran SMA sedikit.
Saatnya
untuk ujian, tempat ujian saya di gedung Teknik Universitas Riau. Saya masuk
ruangan ujian dan mempersiapkan perlengkapan, dan ujian pun dimulai. Saya
mengerjakan dengan hati-hati, teliti dan tenang. Saya mengisi hanya yang saya
tau, yang tidak saya ketahui lebih baik tidak saya isi, daripada saya mandapat
nilai minus (-).
Ujian
berlangsung selama dua hari, sehari ada 2 bidang study yang di ujiankan. Ujian
pun selesai, saya sangat lega dan tinggal menunggu hasil pengumuman saja. Saya
juga sudah mempersiapkan untuk tes lain apabila saya tidak lulus tes SBMPTN
ini.
Waktu
Memulai Dunia Perkuliahan
Sebulan
pun berlalu, hasil ujian pun di umumkan melalui via Online. Saya cemas melihat
hasil tes tersebut, setelah saya buka dan akhirnya Alhamdulillah saya lulus
kembali. Akhirnya saya lulus pada jurusan dan Universitas yang saya inginkan,
yaitu jurusan Teknik Informatika di UIN SUSKA Riau.
Setelah
itu saya mengurus kelulusan saya di UIN dan masalah surat-surat yang
dibutuhkan. Kemudian saya tinggal menunggu jadwal masuk saja, karena semua
urusan kelulusan untuk masuk UIN sudah selesai semua.
Pada
bulan september saya pun akhirnya mulai masuk kuliah dan mulai merasakan
bagaimana bangku kuliah itu. Awalnya saya mengalami masa ospek selama beberapa
hari secara umum, dan ospek di Fakultas masing-masing.
Saya
merasakan ada kebanggaan tersendiri masuk UIN ini, karena selain negeri
senhingga tidak terlalu memberatkan biaya saya, gedungnya juga bagus karena
masih baru direnovasi.
3. Foto saat mulai masuk perkuliahan di Konter pulsa yang saya punya
Setelah
itu saya kuliah seperti biasa sesuai dengan jadwal dan mengerjakan tugas-tugas
yang diberikan oleh dosen. Sampai sekarang kuliah saya Alhamdulillah berjalan dengan
baik dan lancar.
Saya
berada dikelas I D, dengan jumlah mahasiswanya 37 orang. Perempuan 8 orang, dan
laki-lakinya 29 orang. Pembimbing akademik atau PA saya adalah Ibu Novia.
Beliau bekerja sebagai dosen _____. Mata kuliah saya terdiri dari Daspro,
Sisdig, Aqidah, Pancasila, Bahasa Indonesia, Kalkulus, dan Pti.
Saya
memikirkan bagaimana saya kuliah dengan jarak rumah saya dengan Universitas
cukup jauh, tapi setelah saya pikirkan, akhirnya saya memutuskan untuk pulang
harian saja. Walaupun sebenarnya angin itu tidak baik untuk paru-paru saya.
Orangtua
dan yang lainnya juga sudah menyarankan untuk kos saja, tetapi saya memikirkan
konter siapa yang akan menjaga, kasihan apabila ibu yang mengurus. Beliau sudah
cukup lelah mengurus rumah, anak, kebun dan yang lainnya.
Selagi
saya sanggup menjalani ini saya akan bertahan, tinggal menjaga stamina dan
kesehatan agar tidak jatuh sakit dan merepotkan semua orang, serta agar tidak
ketinggalan mata kuliah, karena sebentar lagi akan ujian semester.
Saat
ini kuliah di semester satu dengan tujuh mata kuliah dan 21 SKS. Tidak mudah
ternyata mempelajarinya, saya cukup bingung mempelajari perangkat lunak ini.
Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, walaupun pada dasarnya pelajaran
yang telah saya kenal pada SMA yang lalu.
Walaupun
sebenarnya saya juga suka merasa kecewa, karena sudah cepat-cepat dan jauh-jauh
datang kuliah tetapi terkadang dosen tidak datang. Tapi begitulah resiko
sebagai anak kuliahan, apalagi dengan
situasi dan kondisi rumah saya yang cukup jauh dan melakukan perjalananyang
melelahkan.
Tapi
bagi saya itulah perjuangan dalam mencari ilmu dan untuk mencapai cita-cita
saya, dan semua itu butuh mengorbanan. Saya pun harus ikhlas menerima semua
itu, terutama dalam menerima pelajaran, sehingga saya akan mudah mengerti dan
memahami apa isi materi.
Apabila
saya merasa dongkol semuanya akan menjadi sia-sia belaka. Dengan perjuangan
saya selama ini menganggur satu tahun, dan berjuang dalam ujian melawan semua
orang yang ingin masuk pada jurusan ini. Jadi semua ini tidak boleh saya
biarkan sehingga menjadi sesuatu hal yang sia-sia dan tidak ada artinya.
Saya
pun berharap kuliah saya berjalan dengan lancar hingga saya lulus pada waktunya
nanti. Sekian perjalan hidup saya, terima kasih.
PENUTUP
-
Kritik
Kritik sangat diharapkan kepada pembaca agar dikemudian hari dapat lebih menyempurnakan karya-karya yang diterbitkan, dan semoga pembaca bisa mempelajari isi dari bku ini dan dapat mencari kelmahan buku ini.
Kritik sangat diharapkan kepada pembaca agar dikemudian hari dapat lebih menyempurnakan karya-karya yang diterbitkan, dan semoga pembaca bisa mempelajari isi dari bku ini dan dapat mencari kelmahan buku ini.
-
Saran
Untuk penyempurnaan makalah ini kami sangat berharap
diberikan masukan berupa kritik dan saran di dalamnya.