Sabtu, 30 Agustus 2014



AUTOBIOGRAFI
Latar Belakang Kehidupanku
Nama saya Ubaidillah, sebuah nama yang dilahirkan dari keluarga yang serba sederhana, tapi saya sangat bersyukur atas semua yang telah terjadi pada diri saya. Sayabiasa di panggil ubai atau lebih sering di rumah dengan ubet. Saya lahir pada 21 Januari 1994 di desa sei tarap, tepatnya pada hari jumat pukul 04.00 WIB. Kelahiran saya dibantu oleh seorang bidan desa sekitar. Zodiak saya adalah aquarius.
Saya tinggal di desa sungai tolang kecamatan kampar kabupaten kampar tepatnya di kampar timur. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan kuliah di Fakultas SAINTEK jurusan Teknik Informatika di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Ayah saya bernama M.Amin, usianya saat ini 50 tahun. Beliau mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta dan seorang tukang atau kuli bangunan rumah, yang dulunya waktu saya kecil dia seorang pedagang di Kepulauan Riau (Batam), karena banyak hal yang membuat beliau berubah profesi, tapi yang pasti pada saat itu  beliau sedang mengalami kerugian besar, sehingga harus kerja di daerahnya sendiri.
Ibu saya bernama Nurlaili usianya saat ini 45 tahun, pekerjaannya adalah Ibu Rumah Tangga dan juga seorang petani dan sekaligus berkebun sayur-sayuran, dengan ketekunanya berkebuan, Alhamdulillah apa yang ditanamnya berhasil dan dapat membantu kehidupan kami sehari-hari.
Ciri-ciri fisik saya adalah rambut saya lurus dan halus, tinggi badan 175 cm, berat badan saya 50 kg, kulit saya sawo matang. Hobi saya adalah bermain bola kaki dan badminton.
Sewaktu kecil, ibu saya mengatakan bahwa saya orang yang paling suka menangis, banyak orang juga mengatakan hal yang sama kalau waktu kecil suka  sekali menangis, saat besar nanti pasti menjadi orang yang kuat, atau setidaknya paling sulit untuk mengeluarkan air mata. Menurut saya itu benar dengan keadaan saya yang sekarang.
Saya mempunyai seorang adik laki-laki tepat dibawah saya bernama Fajri, yang berusia 17 tahun, dan bersekolah di Pondok Pesantren Islamic Centre Kampar . Baru-baru ini fajri membeli motor untuk mempermudah ia bepergian sekolah dan kepentingan lainnya.
Ia membeli  motor tersebut dengan uang muka yang ia miliki sendiri. Uang tersebut adalah hasil kerjanya setiap hari minggu dengan membantu-bantu menjual sandal. Setelah beberapa bulan akhirnya hasil kerjanya itu bisa ia gunakan untuk membeli motor.
Saya bangga dengannya, walaupun keluarga kami hanyalah keluarga sederhana, paling tidak kami sudah cukup mandiri untuk membantu orangtua sedikit, tidak semua beban kami beri pada orangtua kami.
Saya juga mempunyai adik perempuan bernama Lisa utami tepatnya adik paling terakhir atau bungsu. Beliau saat ini kelas dua MTS tepatnya bersekolah di MTSN Kampar Timur. Usianya saat ini 13 tahun, dan ia mendapat peringkat ketiga saat ujian semester dua yang lalu.
Saya anak kedua dari empat bersaudara, tetapi saya anak laki-laki pertama. Saya mempunyai satu orang kakak perempuan bernama Eka , yang saat ini berusia 23 tahun. Beliau baru saja wisuda tahun ini tamatan Fekon UIN, sekarang sedang mencari pekerjaan dan telah melaksanakan akad nikah pada 27 desember 2013, dan resepsi dilaksnakan pada 28 desember 2013.










Awal Menginjak Bangku Sekolahah
Sewaktu pertama kali saya menginjak bangku pendidikan SD, saya sekolah di SD 034 Kampar, yang sekarang menjadi SD 001 Terfaforit di Kabupaten Kampar, karena dari dulu sampai sekarang lulusan dari SD tersebut meluluskan siswa yang rata-rata pintar, dan jarang sekali murid yang lulus dai SD itu tidak di terima di sekolah lanjutannya, khususnya di Kabupaten Kampar, bahkan Provinsi Riau.
Sebelum saya masuk SD, dulu saya belajar Al-qur’an di TPA Nurul Iman, yang sampai sekarang masih ada, waktu itu saya tergolong Santri-santri yang cukup cepat bisa mempelajari Al-quran, saya cukup menjadi banggaan Umi (pengajar) di TPA tersebut.
Waktu saya mendafatr masuk SD, saya diantarkan oleh Ayah saya dan saya sangat senang karna diantara guru yang ada di situ ada hubungan saudara dengan ibu saya, setelah mendafatar saya dan Ayah saya pun pulang, dan segera membeli perangkat belajar yang baru.
Seminggu setelah itu saya mulai masuk sekolah, dengan semua hal yang baru, dan mempunyai banyak teman yang baru, dan diantara teman saya tersebut ada salah seorang anak yang tidak mau ditinggal orang tuanya, dia selalu ditunggu orang tuanya selama kelas 1 SD.
Di kelas satu kami mempelajari cara berhitung dan cara membaca, baegitu seterusnya sampai kelas dua, cara memperlancar cara membaca dan menghitung dengan penambah dan pengurangan.
Di kelas tiga kami mulai belajar perkalian dan dituntut untuk hafal perkalian satu sampai sepuluh, saya menghafal setiap pulang sekolah karena takut dengan guru laki-laki yang sangat pemarah dan waktu itu masih menggunakankekerasan untuk membuat murid-muridnya patuh.
Tiga minggu setelah pemberian waktu untuk menghafal tiba waktunya untuk pengujian. Murid yang tidak dapat dan salah akan dipukul dengan rotan (kayu pemukul) dan akan disuh keluar untuk menghafal sampai benar-benar bisa, tapi dengn keseriusan saya, perkalian tersebuat bisa saya kuasai dan lancar waktu pengujian perkalian tersebut.
Saya termasuk murid yang pintar dan saya ditugaskan mengajarkan teman-teman saya yang belum bisa perkalian. Saya sangat senang di beri amanah waktu umur yang dini tersebuat bisa dan belajar mengajari yang lain.
Di kelas empat SD saya sudah tidak canggung lagi menjawab pertanyaan dan semua tugas matematika yang diberikan oleh guru saya, saya selalu menjadi pemenang dalam kuis- kuis yang diberikan.
Saya selalu pulang lebih awal karena saya yang paling pertama menyelesaikan tugas yang di berikan. Tapi kemampuan saya tidak bisa menghantarkan saya menjadi juara kelas, karena kemampuan saya dibidang pelajaran lainya tidak semahir pelajaran Matematika.
Akhirnya dari saya hanya memperoleh empat besar, dari kelas satu sampai enam SD, saya tidak pernah menjadi juara kelas, dan hanya berada diperingkat sepuluh besar.Sewaktu saya masih berumur sembilan tahun,saya mulai belajar naik sepeda, sepeda yang diberikan kakek saya yang sangat sayang pada saya.
Belum lama setelah dia memberikan sepeda tersebut, beliau dipanggil oleh sang khalik, saya sangat kehilangan seseorang yang sangat baik dan menyayangi saya, beliau selalu memberikan saya uang dan ikan.
Kakek saya seorang pencari ikan yang handal, setiap kali dia ke sungai dan mencarik ikan, tidak pernah sekalipun dia tidak membawa ikan pulang ke rumah. Padahal matapencaharianya tidaklah itu, beliau juga seorang pedagang sama dengan ayah saya, tetapi bedanya ayah saya seorang penjual buah waktu itu dan Kakek saya seorang penjual alat-alat sepeda, usahanya itu sangat sukses.
Sekitar sebulan setelah saya pandai naik mengendarai sepeda, saya jatuh dan muka saya luka-luka, guru- guru saya mengira saya jatuh dari sepeda motor. Padahal hanyalah sepeda tetapi lukanya parah seperti jatuh dari motor, sehingga banyak yang khawatir kepada saya.
Karena ayah saya penjual buah di Daerah Batam, jadi selama saya SD. Waktu libur saya selalu dibawa ke Batam oleh ayah saya dengan menaiki kapal, kapal yang sangat laju dan dingin selalu kami tumpangi. Ayah saya berjualan di Muka Kuning, suatu tempat yang ramai di daerah Batam.









Setelah Kelulusan Sekolah Dasar
Setelah kelulusan SD tepatnya pada tahun 2006, saya melanjutkan pendidikan SMP saya di SMP 3 Negeri Kampar Timur.Suatu tempat di Kampar yang sudah menjadi kecamatan tersendiri setelah terjadi pemekaran di SMP.
Jarak sekolah saya dari rumah kurang lebih masih sama dengan SD yaitu dua kilometer, karena antara SD saya dengan SMP saya bersebelahan yang hanya dibatasi oleh kawat berduri yang dihisasi serpihan kaca yang sangat tajam.
Berbeda pada saat SD saya pergi dan pulang sekolah dari kelas empat menggunakan sepeda, tetapi saat SMP saya pergi dan pulang sekolah dengan berjalan kaki, walaupun jauh saya senang dan tidak terasa lelah karena saya ikhlas untuk menuntut ilmu.
Saya sangat rajin belajar di Shubuh hari, menurut saya itu waktu yang cukup bagus dan efektif untuk belajar, daripada belajar malam hari. Karena otak kita masih segar dan belum ada berfikir apa-apa, sehingga mudah untuk belajar dan menghafal.

1. Foto saat pertama kali masuk SMPN 3 Kampar
Apalagi belajar setelah shlat shubuh, waktu yang sekarang sangat sulit saya temui karena susah bangun dan jarang shalat subuh tepat pada waktunya. Di kelas satu semester satu, saya hanya mendapat peringkat ke empat, di semester berikutnya saya lebih rajin lagi.
Saya bisa menempati peringkat ke tiga juara kelas, waktu itu saya menjadi wakil ketua kelas, tapi saya selalu mengerjakan apa yang dilakukan ketua kelas, saya dipercaya untuk melekukan semua urusan yang diperintahkan oleh guru saya.
Selama saya pulang dari sekolah, sore hari saya selalu bermai Volly Ball, di Lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah saya. Tapi sebelum itu, setiap pulang sekolah saya selalu menolong Ayah saya membuat rumah, dan kadang-kadang saya di beri uang setiap minggunya karena membantunya bekerja.
Saya sangat senang mempunyai uang sendiri, mulai saat itu saya mulai mengenal apa itu gaji. Saya juga tau bagaimana susanya mencari uang itu. Selama ayah saya bekerja sebagai pembuat rumah atau tukang rumah beliau pernah jatuh dari lantai satu karena menginjak kayu yang lapuk.
Beliau tidak sadarkan diri, dia tidak ingat apa- apa. Bahkan seminggu setelah beliau jatuh, beliau tidak ingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Beliau hanya merasakan sakit di pinggangnya. Beliau hanya diobati oleh dukun kampung dengan oabat- obat tradisional, saya sangat sedih pada waktu itu.
Semua orang di sekitar saya menangis melihat kondisi ayah saya setelah jatuh tersebut, yang hanya ada dalam dipikiran saya semoga ayah saya cepat sadar. Saya takut sekali kehilangan ayah saya, tapi yang Maha Kuasa masih memberi umur panjang untuk ayah saya dan sampai sekarang ayah saya masih sehat.
Sewaktu ayah saya sakit, waktu itu pula saya menjadi juara kelas pertama, tidak ada orang tua yang mendampingi saya. Semua juara kelas lainnya di dampingi oleh orang tuanya, ada salah seorang tetangga jauh yang mungkin tau dengan kondisi keluarga saya saat itu.
Beliau menawarkan pertolongan, jika nanti saya tidak bisa mengambil lapor hasil saya belajar satu semester, dia bersedia menjadi wali saya. Dan jika nanti tidak bisa ambil rapor tersebut, beliau menyuruh memanggilnya untuk menolong mengambilnya. Sampai sekarang saya tidak bisa lupa siapa orangnya.
Pada semester II saya mulai dekat dengan wali kelas saya, beliau sangat baik terhadap saya. Beliau selalu mengajarkan saya apa yang saya tanyakan dan apa yang tidak saya mengerti.Belia menyemangati saya untuk rajin belajar agar cita-cita saya tercapai.
Setelah ujian semester, akhirnya pembagian rapor pun tiba, saya mendapatkan rangking 3 wali kelas saya pun cukup kecewa dengan perolehan nilai saya tersebut, saya pun mengucapkan permohonan maaf karena telah mngecewakan beliau.
Ujian semester genap pun telah berlalu, kini saya duduk di bangku kelas dua SMP 3 Negeri Kampar Timur. Pada semester pertama, setelah ujian semester ganjil, saya mendapatkan rangking tiga. Walaupun tidak meningkat dari yang lalu paling tidak rangkingnya tidak menurun.
Semester II pun tiba, setelah melaksanakan ujian saya mendapatkan rangking empat, kecewa itu ada mengapa peringkat saya semakin menurun, wali kelas saya juga bertanya mengapa bisa seperti itu, karena beliau juga dekat saya.
Tak terasa saya kini telah berada dikleas tiga SMP 3 Negeri Kampar Timur. Kini saatnya saya harus belajar lebih baik karena sebentar lagi saya akan menghadapi Ujian Nasional SMP.
Pada semseter I saya mendapatkan rangking dua puluh, sebenarnya ada perasaan sedih karena di kelas tiga ini yang mendapatkan juara satu sampai tiga dari seluruh kelas tiga di gabung menjadi satu kelas, bisa dikatakan kelas saya ini kelas unggul yang isinya adalah orang-orang pintar, sehingga banyak saingan saya dan posisi saya pun direbut oleh teman saya yang lain.
Ujian Nasioanal pun semakin dekat. Perasaan saya campur aduk, ada senang akan melanjutkan SMA, ada sedih berpisah dengan teman-teman saya, ada gugup dan cemas saat akan menghadapi ujian karena takut tidak bisa menjawab soal dan tidak lulus.
Setiap hari saya melakukan latihan soal bersama teman-teman dan guru bidang study. Jadwal belajar pun ditambah yang disebut dengan terobosan. Disitu kami fokus hanya mengerjakan soal-soal Ujian Nasioanal saja.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, saatnya Ujian Nasional dilaksanakan. Semua yang akan ujian merasakan deg-degan termasuk saya sendiri. Sebelum memulai ujian kami bekumpul dulu dengan kepala sekolah untuk diberi arahan dan berdoa bersama.
Sebelum memulai ujian saya berdoa terlebih dahulu. Kemudian saya mulai mengerjakan soal dengan teliti dan hati-hati. Ujian hari pertama pun selesai dengan lancar, dan saya lansung pulang kerumah, tidak ingin mengungkit soal ujian tadi. Dan begitulah seterusnya sampai selesai ujian yang terakhir, perasaan saya sangat lega setelah ujian tersebut, tinggal menunggu pengumuman saja.




Masa Peranjakan Keremajaan

           
Pada tahun 2009, setelah kelulusan SMP saya mendaftar di SMA 1 Negeri Kampar Timur yang sekarang ini sudah menjadi sekolah model atau bisa disebut juga SMA 1 Model Negeri Kampar Timur.
Pada awal masuk SMA orangtua saya memberi modal buka usaha konter disekitar rumah saya. Saya merasa senang dan berterima kasih kepada mereka. Saya sendiri yang mengurus konter tersebut dan saya juga membuka usaha PS.
Tak terasa saya sudah mencapai tingkat menengah atas, setelah melewati tiga tahun di SMP 3 Negeri Kampar Timur, dan melalui berbagai rintangan ujian semester dan pada puncaknya ujian Nasional.
           
Kata orang masa-masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan, membahagiakan, dan penuh pengalaman yang tak terlupakan. Saya rasa kata-kata orang itu benar, karena saya merasakannya sendiri.


2. Foto saat memasuki SMAN 1 Kampar
Di masa SMA ini saya mengalami masa yang disebut masa pubertas, yaitu masa dimana hormon-hormon tumbuh kembang tubuh saya mulai terlihat, dan ada juga yang disebut dengan labil atau masa dimana kita mencari jati diri.
Terkadang kita suka melawan, ingin terlihat benar, ingin membela diri, dan tidak suka pada peraturan. Tetapi tidak semua orang seperti itu, ada juga yang bisa menekan atau menahan sikap menentang seperti itu. Syukur saja saya bukan tipe orang seperti itu.
Kini saatnya memulai masa-masa SMA saya, setelah dites ujian masuk SMA 1 Kampar Timur, akhirnya saya lulus dan saya ditempatkan dikelas X.7 saya pun mulai mencari teman baru dan mencoba mengakrabkan diri dengan mereka.
Saya pergi kesekolah bersama dengan teman saya, karena jarak sekolah dari rumah saya adalah tiga kilometer. Saya belum mempunyai kendaraan sendiri jadi saya selalu pergi bersama dengan teman saya setiap hari.
Kelas saya jumlah siswanya ada 39 orang yang terdiri dari 25 perempuan, dan 14 laki-laki. Wali kelas saya kali ini perempuan yang bernama Bu Harni, saya juga dekat dengan beliau.
Setelah menjalani beberapa bulan SMA, memang menyengkan walaupun pelajrannya bertambah banyak dan bertambah sulit tentunya. Saya berusaha belajar dengan rajin saat dirumah.
Apabila disekolah saya memperhatikan materi pelajaran yang di berikan oleh guru daripada mengobrol di tengah-tengah pelajarandan bertanya kepada guru apabila ada yang tidak saya mengerti.
Tak terasa ujian smester ganjil pun akan tiba, saatnya untuk berusaha lebih keras. Rasanya sedikit gugup karena ujian pertama kali saat SMA.
Setelah ujian beberapa hari, akhirnya hati saya lega karena ujian sudah berakhir dan tinggal menunggu hasil saat menerima rapor nanti.
Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, saat nama saya dipanggil maju kedepan perasaan saya bercampur aduk, ingin rasanya cepat-cepat membuka isi rapor tersebut. Setelah saya buka, ternyata saya mendapatkan rangking 4,saya senang sekali usaha saya tidak sia-sia.
Kini saya berada disemester kedua, saat dikelas dua nanti saya akan berada dijurusan yang berbeda-beda dengan teman sekelas saya sekarang. Kami diberikan pilihan ingin masuk dijurusan IPA atau IPS, tetapi disesuaikan juga dengan nilai semester dua ini.
Apabila menurut para guru kami mampu untuk menjalani pelajaran pada jurusan tesebut dan sesuai dengan nilai kelas 1 ini maka kami tinggal terima akan ditempatkan dikelas mana kami nanti.
Dari hasil konter yang saya buka setahun yang lalu, akhirnya saya bisa mencicil kredit motor untuk pergi sekolah, sehingga tidak menyusahkan teman saya lagi, dan apabila ada urusan yang jauh, jadi saya tidak susah lagi mencari kendaraan untuk berpergian.
Sejak saat itu saya mulai belajar mandiri dan brusaha sendiri agar tidak tergantung pada orangtua lagi. Sekarang apabila pergi sekolah saya pun memakai motor sehingga lebih mudah dan cepat. Jadi saat kelas dua saya sudah menggunakan sepeda motor untuk pergi kesekolah.
Saya saat ini duduk dikelas dua SMA 1 Model Negeri Kmapar Timur. Akhirnya yang saya inginkan terkabul juga, saya masuk dikelas 2 IPA 3, ada 4 lokal jurusan IPA dan ada 3 lokal jurusan IPS.
Menurut saya sebenarnya pada dasarnya IPA dan IPS itu sama saja, sama-sama ilmu yang bermanfaat, sekarang tergantung pada orangnya, suka ilmu yang bersifat sosial atau menghapal atau ilmu pasti atau yang bersifat hitung-hitungan.
Banyak orang yang menggap anak IPS itu remeh, sebagai anak nakal atau anak buangan yang tidak berprestasi seperti anak IPA, samapai sekarang saya rasa image anak IPS masih sama seperti yang dulu.
Kelas saya yang sekarang jumlah siswanya adalah 38 orang,terdiri dari 23 perempuan dan 15 laki-laki. Ini adalah kelas saya yang baru, otomatis teman-temannya juga baru.
Saya pun mulai mencoba berbaur dengan teman yang lain.Dengan wali kelas saya bernama Bu Yessi, saya juga dekat dengan wali kelas yang satu ini.
Pada masa-masa ini saya sudah mulai mengenal apa itu jatuh cinta atau pacaran. Dan saya pun mulai mencoba berpacaran itu seperti apa.
Saya senang berada dikelas IPA dan tidak merasa kesulitan, karena saya menyukai pelajarannya terutama Fisika. Enam bulan pun berlalu, kini saatnya saya ujian semester ganjil pada kelas dua ini.
Ujian pun berlangsung selama kurang lebih  seminggu, saya belajar setiap malam agar mendapat nilai yang baik. Setelah selasai ujian, kini saatnya pembagian rapor, kemudian saya pun melihat isi rapor saya tersebut, dan ternyata saya mendapatkan peringkat 10 besar. Ternyata setelah pada jurusan ini tidak semudah kelas satu untuk mencapai peringkat yang tinggi. Walaupun begitu saya tetap bersyukur masih mendapatkan peringkat.
Sekarang saya  berada di semester dua kelas 2 IPA 3.Ujian semester genap pun akan segera berlangsung, waktu rasanya begitu cepat. Tiba saatnya untuk belajar lebih keras lagi untuk menghadapi ujian ini, karena tingkat kesulitan pelajarannya pun sudah mulai tinggi.
Seminggu pun berlalu, setelah menghadapi ujian yang cukup sulit saya harap-harap cemas menanti hasil ujian ini. Setelah rapor dibagikan saya melihat hasil ujian saya adalah masih sama dengan semester pertama di peringkat 10 besar juga. Lebih baik daripada tidak dapat peringkat sama sekali.
Saat liburan semester saya mengisi waktu luang dengan menjaga konter. Agak sedikit jenuh, tapi itu tak berlangsung begitu lama, hanya sekitar 2 minggu saja, terkadang saya ikut bermain PS dengan teman-teman agar tidak bosan. Apabila sore hari saya pergi bermain bola kaki.
Kini saya duduk dibangku kelas tiga IPA 3 dan berada dikleas yang berbeda juga. Pelajarannya pun semakin bertambah sulit, saya pun harus berusaha lebih keras lagi.
Di kelas tiga ini saya juga mulai dekat dengan wali kelas saya yang bernama Bu Asna, beliau sangat baik kepada saya. Beliau selalu mengajarkan apa yang tidak saya mengerti dan selalu membri motivasi agar saya rajin belajar.
Saat baru memasuki kelas tiga saya mempunyai teman dekat perempuan, setelah beberapa bulan berteman dengannya dan bertemu dengannya saya pun mulai merasakan ada perasaan khusus terhadapnya.
Setelah saya mencoba mengungkapkan perasaan saya akhirnya dia menerima saya, walaupun sempat beberapa kali dia tidak menerima saya. Sejak saat itu saya masih melanjutkan hubungan dengannya hingga sekarang.
Enam bulan pun telah berlalu, sekarang dimulai ujian ganjil pada kelas 3 ini. Saya agak merasa sedikit malas pada semseter ini, entah apa sebabnya. Hasilnya pun ujian kali ini saya mendapatkan peringkat 10 besar lagi, masih sama seperti kelas dua kemaren.
Ada perasaan kecewa dan menyesal, tetapi penyesalan itu datangnya memang di akhir, tidak ada yang perlu disesali karena perbuatan saya sendiri. Tinggal berubah untuk ke depannya, harus belajar dengan giat dan sungguh-sungguh pada semester selanjutnya.
Saya sekarang duduk di semester dua, hanya beberapa bulan lagi saya akan melaksanakan segala mecam ujian, dari UAS, ujian praktek, dan UAN. Jadi pada semester dua ini bisa dikatakan satu bulan kami belajar secara full. Selebihnya terobosan dan ujian selain UAN.
Waktu seminggu untuk menyelesaikan ujian praktek. Tak lama setelah itu kami melaksanakn ujian akhir sekolah sekitar seminggu atau lebih. Setelah itu kami hanya melukan terobosan setiap hari untuk mangasah kemampuan kami sampai dimana.
Ada berita bahwa tahun kami akan diadakan 20 paket untuk UAN atau 5 paket. Tetapi pada akhirnya hanya 5 paket saja, walaupun begitu kami merasa taku menghadapi UAN dengan 5 paket tersebut.
Tibalah pada bulan April yang ditunggu-tunggu anak SMA se Indonesia. Perasaan yang campur aduk kembali datang lagi sama seperti waktu UAN SMP, tetapi bedanya SMP masih 1 paket, kalau SMA ini 5 paket yang membuat hati semakin kacau tidak karuan.
Harap-harap cemas tidak dapat menjawab dan tidak lulus. Kami pun dikumpulkan dulu di halaman sekolah, tidak boleh telat karena pengawas sudah datang. Setelah diberi pengarahan kami dipersilahkan masuk ruangan masing-masing.
Saya duduk di bangku nomor tiga dari depan,  sebelum mengerjakan soal pastinya saya berdoa terlebih dahulu. Saya mengerjakan soal dengan teliti dan hati-hati. Ujian dilaksanakan sekitar seminggu, karena pelajaran yang di ujiankan ada 6 jadi sehari hanya 1 pelajaran saja.
Sampailah pada hari terakhir, akhirnya hati ini lega juga, karena semua ujian terselesaikan dengan aman dan lancar. Setelah ujian kami di beri pengarahan sedikit bahwa kami libur sampai tiba saatnya pengumuman barulah kami akan datng lagi kesekolah.
Selama kurang lebih dua bulan saya menganggur tidak melakukan apa-apa, hanya membantu orangtua dan menjaga konter. Ada perasaan bosan, tetapi apa boleh buat, saya hanya mencoba menyibukkan diri agar tidak terasa bosan seharian dirumah.
Setelah dua bulan, akhirnya yang saya tunggu-tunggu pun tiba yaitu pengumuman UAN, dan Alhamdulillah akhirnya saya lulus dengan nilai yang memuaskan dan nilai ujian sekolah yang bagus. Sebentar lagi saya pun akan memasuki jenjang kuliah.
Saya lulus SMA pada tahun 2012, setelah pengumuman kelulusan saya mencari-cari informasi tentang Universitas dan cara masuknya seperti SNMPTN. Saya pun mendaftar dibeberapa Universitas Negeri yang ada di Pekanbaru.
Tibalah saatnya Ujian SNMPTN berlangsung, saya mengerjakan dengan hati-hati, teliti, tenang dan penuh percaya diri. Saya ingin masuk UIN dengan jurusan yang saya inginkan.
Setelah menunggu sekitar sebulan, pengumuman pun keluar. Ada perasaan senang karena saya lulus di UIN, tetapi tidaklah dengan jurusan yang saya inginkan. Saya masuk pada jurusan Manajemen, padahal itu bukan jurusan tujuan saya, itu hanyalah cadangan tetapi saya lulus disitu.
Setelah menimbang-nimbang, berfikir dan berunding dengan orangtua dan kelurga saya, akhirnya kelulusan itu tidak saya ambil. Karena faktor ekonomi juga saya terhalang, kakak saya akan melaksanakan wisuda dan adik-adik saya akan masuk SMP dan SMA, jadi sebaiknya saya mengalah untuk masuk kuliah pada tahun ini.
Selain itu karena saya tidak suka, dan tidak ingin dengan jurusan tersebut takutnya kalau kita tidak niat yang ada hanya main-main dan tidak bisa serius dengan kuliah kita, itulah prinsip pemikiran saya.
Lebih baik mundur daripada sia-sia pada akhirnya. Tahun depan saya akan mencoba lagi dan mudah-mudahan tahun depan akan lebih baik lagi dengan jalur dan Universitas dengan jurusan yang saya inginkan.
Selama saya tidak kuliah satu tahun ini, saya berfikir bagaimana caranya mengisi kekosongan ini. Setelah saya pikir-pikir dan bertanya pada orangtua saya akhirnya orangtua saya membolehkan saya untuk bekerja.
Selama kurang lebih enam bulan  saya bekerja di warnet sebagai OP, ternyata pekerjaan itu cukup melelahkan, karena shiftnya yang tidak tetap. Terkadang saya jaga malam hingga pagi, karena saya tidak terbiasa sehingga saya mengantuk, terkadang sakit karena angin malam.
Saya bekerja berdua menjaga warnet tersebut dengan calon abang ipar saya. Mungkin karena makan saya juga yang tidak teratur sehingga saya semakin sering sakit dan mulai tidak betah bekerja disitu lagi.
Pada suatu hari saya mengalami sakit perut disebelah kanan yang sangat menyiksa dan akhirnya saya tidak bisa menahannya lagi. Kemudian saya langsung menghubungi ibu dan memberi tahu saya sedang sakit.
Sehingga ibu saya pun datang untuk melihat saya dan membawa kerumah sakit. Kemudian saya diperiksa dan ternyata saya mengalami usus buntu, karena pola makan saya yang tidak teratur dan mungkin karena ada makan cabai.
Saya disarankan untuk operasi tetapi saya sangat takut dan faktor keuangan keluarga juga tidak mencukupi. Akhirnya dokter pun hanya menyarankan saya untuk istirahat dan memberi saya obat.
Setelah itu pun saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Selanjutnya saya hanya bekerja menjaga konter dan menunggu waktu untuk tes masuk kuliah beriutnya. Disamping itu saya juga mencari-cari informasi untuk persiapan masuk kuliah tahun ini.
Setelah saya mendapat informasi, ada tes seperti SNMPTN seperti tahun lalu, tetapi namanya sekarang SBMPTN dan saya pun ikut mendaftar. Selain itu saya melalukan persiapan untuk tes tersebut, hanya mengulang-ulang pelajaran SMA sedikit.
Saatnya untuk ujian, tempat ujian saya di gedung Teknik Universitas Riau. Saya masuk ruangan ujian dan mempersiapkan perlengkapan, dan ujian pun dimulai. Saya mengerjakan dengan hati-hati, teliti dan tenang. Saya mengisi hanya yang saya tau, yang tidak saya ketahui lebih baik tidak saya isi, daripada saya mandapat nilai minus (-).
Ujian berlangsung selama dua hari, sehari ada 2 bidang study yang di ujiankan. Ujian pun selesai, saya sangat lega dan tinggal menunggu hasil pengumuman saja. Saya juga sudah mempersiapkan untuk tes lain apabila saya tidak lulus tes SBMPTN ini.













Waktu Memulai Dunia Perkuliahan
Sebulan pun berlalu, hasil ujian pun di umumkan melalui via Online. Saya cemas melihat hasil tes tersebut, setelah saya buka dan akhirnya Alhamdulillah saya lulus kembali. Akhirnya saya lulus pada jurusan dan Universitas yang saya inginkan, yaitu jurusan Teknik Informatika di UIN SUSKA Riau.
Setelah itu saya mengurus kelulusan saya di UIN dan masalah surat-surat yang dibutuhkan. Kemudian saya tinggal menunggu jadwal masuk saja, karena semua urusan kelulusan untuk masuk UIN sudah selesai semua.
Pada bulan september saya pun akhirnya mulai masuk kuliah dan mulai merasakan bagaimana bangku kuliah itu. Awalnya saya mengalami masa ospek selama beberapa hari secara umum, dan ospek di Fakultas masing-masing.
Saya merasakan ada kebanggaan tersendiri masuk UIN ini, karena selain negeri senhingga tidak terlalu memberatkan biaya saya, gedungnya juga bagus karena masih baru direnovasi.

3. Foto saat mulai masuk perkuliahan di Konter pulsa yang saya punya


Setelah itu saya kuliah seperti biasa sesuai dengan jadwal dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Sampai sekarang kuliah saya Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar.
Saya berada dikelas I D, dengan jumlah mahasiswanya 37 orang. Perempuan 8 orang, dan laki-lakinya 29 orang. Pembimbing akademik atau PA saya adalah Ibu Novia. Beliau bekerja sebagai dosen _____. Mata kuliah saya terdiri dari Daspro, Sisdig, Aqidah, Pancasila, Bahasa Indonesia, Kalkulus, dan Pti.
Saya memikirkan bagaimana saya kuliah dengan jarak rumah saya dengan Universitas cukup jauh, tapi setelah saya pikirkan, akhirnya saya memutuskan untuk pulang harian saja. Walaupun sebenarnya angin itu tidak baik untuk paru-paru saya.
Orangtua dan yang lainnya juga sudah menyarankan untuk kos saja, tetapi saya memikirkan konter siapa yang akan menjaga, kasihan apabila ibu yang mengurus. Beliau sudah cukup lelah mengurus rumah, anak, kebun dan yang lainnya.
Selagi saya sanggup menjalani ini saya akan bertahan, tinggal menjaga stamina dan kesehatan agar tidak jatuh sakit dan merepotkan semua orang, serta agar tidak ketinggalan mata kuliah, karena sebentar lagi akan ujian semester.
Saat ini kuliah di semester satu dengan tujuh mata kuliah dan 21 SKS. Tidak mudah ternyata mempelajarinya, saya cukup bingung mempelajari perangkat lunak ini. Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, walaupun pada dasarnya pelajaran yang telah saya kenal pada SMA yang lalu.
Walaupun sebenarnya saya juga suka merasa kecewa, karena sudah cepat-cepat dan jauh-jauh datang kuliah tetapi terkadang dosen tidak datang. Tapi begitulah resiko sebagai anak kuliahan, apalagi  dengan situasi dan kondisi rumah saya yang cukup jauh dan melakukan perjalananyang melelahkan.
Tapi bagi saya itulah perjuangan dalam mencari ilmu dan untuk mencapai cita-cita saya, dan semua itu butuh mengorbanan. Saya pun harus ikhlas menerima semua itu, terutama dalam menerima pelajaran, sehingga saya akan mudah mengerti dan memahami apa isi materi.
Apabila saya merasa dongkol semuanya akan menjadi sia-sia belaka. Dengan perjuangan saya selama ini menganggur satu tahun, dan berjuang dalam ujian melawan semua orang yang ingin masuk pada jurusan ini. Jadi semua ini tidak boleh saya biarkan sehingga menjadi sesuatu hal yang sia-sia dan tidak ada artinya.
Saya pun berharap kuliah saya berjalan dengan lancar hingga saya lulus pada waktunya nanti. Sekian perjalan hidup saya, terima kasih.











PENUTUP
-          Kritik
Kritik sangat diharapkan kepada pembaca agar dikemudian hari dapat lebih menyempurnakan karya-karya yang diterbitkan, dan semoga pembaca bisa mempelajari isi dari bku ini dan dapat mencari kelmahan buku ini.


-          Saran
Untuk penyempurnaan makalah ini kami sangat berharap diberikan masukan berupa kritik dan saran di dalamnya.